Kelinci rex memiliki ciri khas pada bulunya yang halus dan lembut
seperti beludru. Pertama kali rex ditemukan di Prancis dari keturunan
kelinci liar pada tahun 1919. Mereka mulai dikenal saat dipublikasikan
pada Paris International Rabbit Show pada tahun 1924. Dan tahun
setelahnya rex mulai diimport ke Amerika Serikat dalam jumlah besar.
Oleh karena keindahan bulunya, maka jenis kelinci ini banyak
dibudidayakan sebagai penghasil daging dan bulu selain sebagai hewan
peliharaan (sebagai kelinci hias). Bulu mereka yang eksotis tersebut
digunakan sebagai bahan baku jaket atau aksesoris pakaian.
Kelinci Rex ini ada berbagai macam/jenis bergantung dari warna bulunya, antara lain white rex, dalmatian rex (bertotol), black rex, pappilon res, ermine rex, blue rex, dsb. Beberapa peternak di Indonesia memberi nama sendiri, misalnya tricolor rex (tiga warna), dsb. Kelinci Rex yang paling terkenal adalah White Rex, yang berbulu putih mulus dan tebal.
Bulu halus kelinci Rex akan semakin indah dan kualitas bulunya
semakin baik jika hidup di lingkungan yang bersuhu rendah, yaitu
berkisar 5-15 C. Namun bukan berarti tidak dapat hidup di daerah tropis
yang bersuhu panas, hanya saja bulunya tidak seindah bila hidup di
daerah dingin.












